Sabtu, 15 November 2014

PENYELAM MUTIARA

Bismillahirrahmanirrahim, sholawat dan salam untuk rosulullah shallallahu'alaihi wa sallam, keluarganya yang mulia, sahabat nya, dan pengikutnya hingga akhir zaman nanti.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman "ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah - megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman - tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning dan kemundian hancur......." (Quran al-hadiid ayat 20)

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang dipunggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak - banyaknya, karena memang untuk itulah dia ditugaskan. Tetapi ketika telah terjun ke dalam laut, ia mulai lupa dengan apa yang harusnya dicari. Kenapa ? ternyata karena pemandangan di dalam laut yang indah dan begitu menggoda. Bunga karang yang melambai - lambai seolah - olah memanggilnya, ikan - ikan hias yang berwarna - warni yang membuatnya terpana. Ia pun perlahan - lahan mulai ikut dan tenggelam di dalam keindahan bawah laut tersebut, hingga ia lupa yang menjadi tugasnya semula untuk menyelam. 

Sampai pada suatu saat, ia terkejut ketika disadari isi tabung oksigennya mulai sedikit. Timbullah rasa cemas dan takutnya. Tak terbayang olehnya bila ia kembali kedaratan tanpa membawa apa - apa. Bisa jadi majikannya marah, atau lebih buruk dipecat. Maka dengan tergopoh - gopoh dan rasa cemas, ia pun berusaha untuk mencari tiram mutiara yang ada disekitarnya. Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energi pun sudah habis terkuras, dan oksigen perlahan - lahan terus berkurang. 

Akhirnya ketika isi tabung oksigennya benar - benar kosong, ia harus kembali walaupun dengan tiram yang hanya sedikit. Namun malangnya, karena tergesa - gesa dia tidak sempat mengikat tiram mutiaranya dengan baik, sehingga ditengah perjalan kembali ke permukaan dia menjatuhkan beberapa tiramnya. 

Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong penyelam tidak seperti yang diharapkan, maka tumpahlah caci makinya. Dan saat itu juga keluarlah sesuatu yang ditakutkan si penyelam,,,,,, ia dipecat tanpa imbalan sedikitpun juga. Tentu saja bisa kita bayangkan begitu gundahnya perasaan si penyelam. 

Dengan penuh penyesalan si penyelam berusaha meminta kesempatan agar dapat menyelam kembali dan membawa tiram mutiara sebanyak - banyaknya seperti permintaan tuannya. Namun dengan tegas majikannya menolak. "Percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang - buang oksigen saja!"

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah jatah umur manusia. Tiram mutiara ibarat pahala yang harus kita kumpulkan sebanyak - banyaknya, sedangkan tiram yang tumpah, ibarat pahala ibadah yang tidak terikat kuat dengan niat ikhlas dan tidak berdasaran sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Sedangkan keindahan di dalam laut, merupakan godaan - godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta, dan wanitanya. na'udzubillah min dzalik

"tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main - main, sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar - benarnya kehidupan" (Quran Al - Ankabuut ayat 64)

Selasa, 04 November 2014

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, telah hadir ditengah kita blog ahadunahadun.blogspot.com sebagai media berbagi ilmu dan mencari pahala bagi kami dan kita semua.

Mohon maaf jika ada hal - hal salah dan kurang berkenan di hati pembaca yang tidak lain karena fitrahnya manusia dan kekurangan ilmu kami.

Semoga kita selalu diridhoi dan dimudahkan dalam menuntut ilmu untuk amal dan bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal dan benar adanya.


Akhukum

Ibn Muhammad Amin